Selasa, 08 Maret 2022

ASPEK PEMAJAKAN ATAS PROSES BISNIS PERUSAHAAN UNILEVER

 hallo semuanya kali ini firah ingin sharing hasil dari makalah yang firah kerjakan selama berkuliah, semoga bermanfaat bagi teman-teman yang mempunyai tugas membuatkan flowchart di mata kuliah atau yang berhubungan dengan perpajakan maupun proses bisnis perusahaan unilever. semoga bermanfaat semuanya.

A.   PENDAHULUAN

Dalam era persaingan usaha yang semakin kompetitif sekarang ini, setiap pelaku bisnis yang ingin memenangkan kompetisi tentunya, dalam persaingan pasar akanmemberikan perhatian penuh pada srategi pemasaran yang dijalankannya. Globalisasi merupakan tren di seluruh dunia mengenai perekonomian dunia yang menjadi tanpa batas dan perusahaan yang saling terkait tidak lagi dibatasi oleh batas-batas negeri mereka dan dapat melakukan kegiatan bisnis di mana saja di dunia. Globalisasi berarti bahwa perusahaan lebih cenderung untuk bersaing dimanapun dan kapanpun. Banyak perusahaan yang saat ini menjual produk mereka dimanapun, memperoleh bahan baku mereka atau mengadakan penelitian dan pengembangan (R&D), dan melakukan produksi dimanapun.

PT Unilever Indonesia Tbk (perseroan) yang didirikan pada tanggal 5 Desember 1933 dengan nama lever’s zeepfabreiken N.V. dengan akta NO.23 oleh Tn. A.H. van Ophuijisen, notaris di Batavia, disetujui oleh Gouverneur Generaal van Nederlandsch-Indie dengan surat No. 14 tanggal 16 Desember 1933, didaftarkan di Raad van Justitie di Batavia dengan No. 302 pada tanggal 22 Desember 1933, dan diumumkan dalam Javasche Courant tanggal 9 Januari 1934, Tambahan No.3. Kegiatan usaha Perseroan meliputi bidang produksi, pemasaran dan distribusi barang-barang konsumsi yang meliputi sabun, deterjen, margarin, makanan berinti susu, es krim, produk-produk kosmetik, minuman dengan bahan pokok teh dan minuman sari buah, dan penyewaan ruang kantor.

Perusahaan dalam menjalankan aktivitasnya baik perusahaan dalam bidang jasa maupun barang mempunyai tujuan yang sama yaitu memperoleh keuntungan. Selain itu, perusahaan juga ingin memberikan kepuasan kepada konsumen atas produk yang yang dihasilkannya karena kepuasan konsumen menjadi tolak ukur dari keberhasilan perusahaan dalam menghasilkan produk yang berkualitas dan yang diinginkan konsumen. PT Unilever Indonesia unggul dengan brand-brand andalannya dalam katagori personal care product seperti; Sunslik, Lifebuoy, Dove untuk perwatan rambut, produk perawatan wajah seperti; Pond’s, Citra dan Vaseline. Produk perwatan tubuh dan gigi, seperti; Lux, Lifebouy, Pepsodentserta parfum dan deodorant seperti Axe dan Rexona. Unilever juga ungguluntuk brand-brand home care product-nya seperti Rinso, Molto danSunlight. Keseluruhan home and care product ini merupakan total penjualanterbanyak dari PT. Unilever. Sedangkan penjualan lainnya didapat dari foodand ice cream product, seperti Sari Wangi, Blue Band, Royco, Buavita, Bangodan Wall’s.

PT Unilever Indonesia melakukan Initial Public Offering tanggal 11 Januari 1982 dengan  jumlah saham yang diterbitkan sebanyak 9.200.000 lembar, dan per Des  2011  jumlah  saham  yang  terdaftar  dalam  Bursa  Efek  Jakarta  sebanyak 7.630.000.000  lembar.  Saat  ini  PT  Unilever  Indonesia  memiliki  43 brand  yang terdiri dari 27 brandpada Home and Personal Care, serta 16 brand pada food and beverages. Bersumber  dari  Laporan  Tahunan  2011,  produk  dari Home  and Personal  Care ini  berkontribusi  sebesar  73,3%  terhadap  total  penjualan  PT Unilever, sedangkan produk dari food and beverages berkontribusi sebesar 26,7% terhadap penjualan Unilever.

Jumlah  karyawan  Unilever  hingga  tahun  2011  mencapai  6.043  orang  dan memiliki   429   distributor   di   seluruh   Indonesia.   Dilihat   dari   siklus   industri, Unilever  sudah  mencapai  tahap mature  dimana  pada  tahun  2000  PT  Unilever Indonesia   Tbk.   mengakuisisi   kecap bango,tahun   2008   mengakuisisi   bisnis minuman merek  Buavita.  Karena  Unilever  merupakan  perusahaan  besar  dan  saat ini   Unilever   sudah   mencapai   tahap mature. saat ini produk – produk yang dipasarkan dibuat melalui suatu proses yang berkualitasakan memiliki sejumlah keistimewaan yang mampu meningkatkan kepuasankonsumen atas penggunaan produk tersebut. Dengan demikian pelanggan maudan rela untuk kembali menikmati apa yang ditawarkan oleh perusahaan danmenjadi pelanggan yang setia bagi perusahaan. Sedangkan untuk dapatmendistribusikan kualitas dibidang jasa merupakan hal yang tidak mudah. Olehkarena itu, dalam proses pendistribusian barang kepada konsumen harus ada perhatian penuh dari manajemen pemasaran paling atas hingga karyawan level bawah.

Unilever merupakan sebuah perusahaan yang memproduksi barang-barangkebutuhan pribadi dan rumah tangga selama puluhan tahun. Berawal dari duaperusahaan kecil di Inggris dan Belanda yang kemudian bergabung menjadi satu,saat ini Unilever dikenal sebagai sebuah perusahaan multinasional yangberoperasi di seluruh dunia. Multinasional Corporation (MNC) atau perusahaanmultinasional merupakan hal yang lazim didengar di era globalisasi ini. MNCadalah suatu perusahaan yang beraktivitas di luar negara asal (home country)dengan saham yang dimiliki oleh beberapa negara dan aktivitas berada padanegara tujuan (host country)1. Unilever dengan Inggris dan Belanda sebagai homecountry telah memperluas aktivitas usahanya ke banyak negara di dunia, salahsatunya di Indonesia.

Kehadiran MNC bagi host country memiliki sisi positif dan sisi negatif bagi perkembangan dan kemajuan perekonomian di indonesia. Sisi positif tersebut seperti tawaran pendapatan dari pajak masuk dan ketersediaan lapangan kerja baru. Sedangkan sisi negatif, terdapat tiga hal yakni pertama, pada sektor lapangan kerja, beberapa posisi pimpinan perusahaan ataupun pimpinan pada per sub bidang masih dipegang oleh para pekerja yang berasal dari home country, sedangkan masyarakat lokal hanya dijadikan buruh dengan upah yang rendah. Kedua, pada masalah transfer teknologi, dimana dengan transfer teknologi dikhawatirkan adanya pencurian ide oleh masyarakat lokal, atau dengan adanya transfer teknologi tersebut produk lokal kalah saing disebabkan tidak dapat menerapkan teknologi yang sama. Ketiga adalah masalah kedaulatan negara, dimana MNC seringkali dituduh melunturkan kedaulatan nasional negara tujuan secara ekonomi, dengan jalan menghindari pajak yang ketat.

PT. Unilever merupakan bagian dari Perusahaan multinasional yang menjalankan operasinya ke berbagai negara di seluruh dunia akan membuat perusahaan memiliki keleluasaan pada penetapan perluasan serta pengembangan aktivitas bisnis yang akan memberikan keuntungan lebih bagi perusahaan. Namun, pada perusahaan multinasional akan terdapat proses produksi yang rumit dan kompleks yang berakibat sulitnya mengukur biaya-biaya yang muncul terkait pengukuran kinerja perusahaan serta pengawasan. Tidak hanya itu, perusahaan juga akan mengalami kerumitan dalam menentukan hargapenjualan. Perusahaan juga akan dituntut agar dapat beradaptasi dengan regulasinegara, budaya negara, serta perekonomian global yang terus berkembang. Haltersebut terjadi sebab banyaknya unit bisnis yang terdapat di banyak negara. Padaupaya ekspansinya, perusahaan multinasional akan lebih mengarah untukmenjalankan bisnisnya dengan cara desentralisasi serta akan menerapkan rencanacost revenue profit yang mampu mengukur serta menilai kinerja pada tiap unit ataudivisi yang berhubungan guna mencapai tujuan perusahaan, oleh karena itu untukmengatasi kendala tersebut maka perusahaan multinasional umumnya akanmenerapkan metode transfer pricing yang berguna sebagai alat transfer barangmaupun jasa atas transaksi yang terjadi antar pihak yang berafiliasi yang mampumelingkupi berbagai wilayah kedaulatan negara

Keputusan ekonomi yang diambil pemakai laporan keuangan memerlukan evaluasi atas kemampuan perusahaan dalam menghasilkan kas dan waktu serta kepastian dari hasil tersebut. Para pemakai dapat mengevaluasi kemampuan perusahaan dengan lebih baik kalau mereka mendapat informasi yang difokuskan pada posisi keuangan, kinerja, dan perubahan posisi keuangan. Analisis laporan keuangan bertujuan untuk mengevaluasi kondisi atau posisi keuangan saat ini, yang lalu, dan hasil operasi perusahaan. Proses ini bertujuan untuk menentukan estimasi terbaik yang mungkin serta prediksi kondisi yang akan datang atas keuangan dan kinerja perusahaan

 

Di dalam menghadapi persaingan antar perusahaan, PT. Unilever Indonesia Tbk sudah menyiapkan strategi dan taktik dalam menghadapi persaingan-persaingan antar perusahaan. Mengingat banyaknya pesaing yang berkiprah di dunia internasional, maka sangat diperlukan adanya strategi yang sangat jitu dari perusahaan yang mampu mengangkat namanya di benak para konsumen di berbagai negara.Kesusksesan PT Unilever menjadi market leader dan menguasai penjualan consumer product di Indonesia tidak terlepas dari strategi-strategi yang mereka terapakan dalam perusahan. Ada begitu banyak strategi yangditerapkan PT unilever, terutama dalam pengembangan proses bisnisnya serta penerapan perpajakan yang ada pada proses bisnis di PT. Unilever yang akan kita bahas.

B.   PROSES BISNIS YANG SAAT INI BERLANGSUNG

Seperti yang kita ketahui, Unilever adalah perusahaan multinasional yang memproduksi barang konsumen untuk memenuhi kebutuhan akan nutrisi, kesehatan dan perawatan pribadi sehari-hari dengan produk-produk yang membuat para pemakainya merasa nyaman, berpenampilan baik dan lebih menikmati kehidupan. Rangkaian Produk Unilever Indonesia mencangkup brand-brand ternama yang disukai di dunia seperti Pepsodent, Lux, Lifebuoy, Dove, Sunsilk, Clear, Rexona, Vaseline, Rinso, Molto, Sunlight, Walls, Blue Band, Royco, Bango, dan lain-lain.

Sejak didirikan pada 5 Desember 1933 Unilever Indonesia telah tumbuh menjadi salah satu perusahaan terdepan untuk produk Home and Personal Care serta Foods & Ice Cream di Indonesia.Pada tanggal 22 November 2000, perusahaan mengadakan perjanjian dengan PT Anugrah Indah Pelangi, untuk mendirikan perusahaan baru yakni PT Anugrah Lever (PT AL) yang bergerak di bidang pembuatan, pengembangan, pemasaran dan penjualan kecap, saus cabe dan saus-saus lain dengan merk dagang Bango, Parkiet dan Sakura dan merk-merk lain atas dasar lisensi perusahaan kepada PT Al.

Pada tanggal 3 Juli 2002, perusahaan mengadakan perjanjian dengan Texchem Resources Berhad, untuk mendirikan perusahaan baru yakni PT Technopia Lever yang bergerak di bidang distribusi, ekspor dan impor barang-barang dengan menggunakan merk dagang Domestos Nomos. Pada tanggal 7 November 2003, Texchem Resources Berhad mengadakan perjanjian jual beli saham dengan Technopia Singapore Pte. Ltd, yang dalam perjanjian tersebut Texchem Resources Berhad sepakat untuk menjual sahamnya di PT Technopia Lever kepada Technopia Singapore Pte. Ltd.

Dalam Rapat Umum Luar Biasa perusahaan pada tanggal 8 Desember 2003, perusahaan menerima persetujuan dari pemegang saham minoritasnya untuk mengakuisisi saham PT Knorr Indonesia (PT KI) dari Unilever Overseas Holdings Limited (pihak terkait). Akuisisi ini berlaku pada tanggal penandatanganan perjanjian jual beli saham antara perusahaan dan Unilever Overseas Holdings Limited pada tanggal 21 Januari 2004. Pada tanggal 30 Juli 2004, perusahaan digabung dengan PT KI. Penggabungan tersebut dilakukan dengan menggunakan metoda yang sama dengan metoda pengelompokan saham (pooling of interest). Perusahaan merupakan perusahaan yang menerima penggabungan dan setelah penggabungan tersebut PT KI tidak lagi menjadi badan hukum yang terpisah. Penggabungan ini sesuai dengan persetujuan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dalam suratnya No. 740/III/PMA/2004 tertanggal 9 Juli 2004

Pada tahun 2007, PT Unilever Indonesia Tbk. (Unilever) telah menandatangani perjanjian bersyarat dengan PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk (Ultra) sehubungan dengan pengambilalihan industri minuman sari buah melalui pengalihan merek “Buavita” dan “Gogo” dari Ultra ke Unilever. Perjanjian telah terpenuhi dan Unilever dan Ultra telah menyelesaikan transaksi pada bulan Januari 2008.

Perusahaan Unilever termasuk dalam bagian perusahaan manufaktur, perusahaan manufaktur adalahperusahaan yang kegiatan proses produksinya mengolah bahan baku menjadi barang jadi dan kemudian menjual bahan jadi tersebut. Proses produksi itu sendiri merupakan interaksi antara bahan dasar, bahan-bahan pembantu, tenaga kerja dan mesin-mesin serta alat-alat perlengkapan yang digunakan. Dalam perusahaan manufaktur secara langsung melibatkan perkembangan teknologi dalam kegiatan produksinya. Selain manfaat bagi kehidupan manusia ke dalam era persaingan global yang semakin ketat, agar mampu berperan dalam persaingan global maka suatu industry perlu terus mengembangkan dan meningkatkan kualitas dari perusahaan. Baik dari segi kualitas sumber daya manusia, produk, maupun kemampuan produksi perusahaan tersebut.

Perusahaan Unilever adalah salah satu perusahaan manufaktur yang bergerak di bidang kebutuhan rumah tangga, dimana dalam perkembangannya perusahaan ini maju cukup pesat. Dalam proses pembuatannya mengalami banyak masalah seperti halnya cacat produksi yang disebabkan oleh mesin, kurang baiknya mutu produk yang dihasilkan dan kurang adanya tenaga ahli. Begitu juga dalam pencatatan, pengolahan data dan pengarsipan yang sebagian besar masih manual. Jika permasalahan – permasalahan tersebut tidak ditanggulangi secara cepat maka hal-hal seperti ini dapat menyebabkan kerugian bagi perusahaan, membuat kecewa pelanggan serta pekerjaan yang dilakukan menjadi kurang efektif dan efisien. Akibat dari masalah-masalah itu menyebabkan kurang tepatnya sistem produksi yang dijalankan oleh perusahaan. Sehingga dalam proses produksi timbul kerugian bagi perusahaan yang diakibatkan banyaknya cacat produksi yang terjadi.

Di tengah pandemi ini, produk kebutuhan sehari-hari terutama produk kebersihan diri dan rumah menjadi semakin penting bagi konsumen. Oleh karena itu perusahaan tetap beroperasi untuk memastikan ketersediaan produk dan memenuhi kebutuhan konsumen. Upaya tersebut tidak terlepas dari peranan puluhan ribu karyawan Perusahaan Unilever dan karyawan mitra-mitra Perusahaan Unilever, terlebih mereka yang terus bekerja tanpa lelah di lapangan. Perusahaan Unilever senantiasa melindungi kesehatan dan keselamatan seluruh karyawan dengan memantau kondisi mereka secara harian bersama dengan tim dokter perusahaan, dan memastikan kelengkapan atribut alat pelindung diri yang memadai.

Proses bisnis yang di terapkan oleh perusahaan unilever adalah:

1. Proses Procurement

Proses procurement berkaitan dengan pengadaan barang serta beragam kebutuhan lain yang berhubungan dengan proses produksi. Proses ini tidak terbatas pada pengadaan bahan mentah saja. Namun juga komponen-komponen lain yang menunjang kinerja karyawan.Seperti misalnya ketersedian alat pembersih, alat medis, alat pelindung diri, alat pertukangan, kebutuhan gedung, spare part dan lain sebagainya.

2. In Out Inventory

Proses bisnis ini menangani barang yang masuk dan barang yang keluar dalam perusahaan. Disini perlu adanya pencatatan baik secara fisik ataupun digital agar kontrol terhadap aliran barang dapat terjaga sehingga kegiatan perusahaan bisa berjalan dengan baik.

3. Proses Produksi

Proses produksi adalah proses inti dari perusahaan manufaktur, yakni proses mengubah barang mentah menjadi barang yang memiliki nilai jual. Proses ini harus berjalan sesuai standar operasional yang berlaku.Barang yang diproduksi juga harus melewati proses Quality control dan proses lain sehingga barang hasil akhir produksi sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh perusahaan.

4. Penjualan dan Pemasaran

Kegiatan marketing untuk menghasilkan penjualan juga merupakan satu proses penting dalam sebuah bisnis, tanpa strategi pemasaran yang baik maka penjualan barang pun akan nihil. Jika permintaan barang kecil maka proses manufakturing perusahaan pun sudah tentu akan terganggu.

5. Administrasi dan Umum

Proses yang berdiri dari awal sampai akhir dalam perusahan adalah proses administrasi yang meliputi pengarahan, pengawasan, penentuan kebijakan, manajemen, administrasi perusahaan dan lain sebagainya.

6. Akuntansi dan Keuangan

Akuntasi bertujuan untuk memastikan keuangan perusahaan dapat terkelola dengan baik. Dalam akuntansi setiap pengeluaran, pendapatan dan segala hal yang berkaitan dengan aktivitas keuangan perusahaan akan tercatat.Nantinya, proses akuntansi akan menghasilkan sebuah laporan yang bisa dijadikan bahan pertimbangan untuk menentukan arah kebijakan perusahaan kedepan.

Unilever Indonesia dapat diberikan kesempatan untuk menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari para konsumen dan para pemangku kepentingan. Visi utama dari perusahaan unilever sesungguhnya adalah untuk mendapatkan tempat di hati masyarakat Indonesia dengan menyentuh berbagai aspek kehidupan sehari-hari mereka. Perusahaan unilever ingin kehadiran perusahaan ini dapat memberikan perubahan yang berarti bagi para konsumen, pelanggan dan masyarakat. Untuk itu, aktivitas Perusahaan unilever  tidak hanya semata-mata seputar hal membuat dan menjual produk. Namun, Unilever Indonesia juga ingin memenuhi kebutuhan dan aspirasi para pemangku kepentingan, khususnya dalam hal nutrisi, kebersihan dan sanitasi, serta mampu menginpirasi mereka untuk bersama-sama ikut serta dalam aksi nyata demi mewujudkan masa depan yang lebih cerah untuk anak-anak kita dan generasi berikutnya.

Mendasari penjualan tumbuh 2,9%, didorong oleh peningkatan 1,0% dalam volume yang mendasari dan kenaikan 1,9% di Harga yang mendasar. Pertumbuhan ini berada di depan pasar perusahaan unilever yang tumbuh sekitar 2,5% dengan volume datar. Pertumbuhan berbasis luas di pasar negara berkembang di seluruh kategori perusahaan unilevermengimbangi penurunan di Eropa. Margin usaha inti perusahaan unilever meningkat sebesar 0,4 poin persentase sebagian besar didorong oleh perbaikan dalam efisiensi melalui Setengah Proyek perusahaan unilever untuk inisiatif Pertumbuhan, yang menghasilkan lebih dari € 250 juta tabungan pada tahun 2014 dan berada di trek untuk melampaui target tahunan perusahaan unilever€ 500.000.000 tabungan. Merek dan Investasi pemasaran dipertahankan pada tingkat tahun lalu.

Sejak didirikan pada 5 Desember 1933Unilever Indonesia telah tumbuh menjadi salah satu perusahaan terdepan untuk produk Home and Personal Care serta Foods & Ice Cream di Indonesia.Kini Perseroan ini memiliki enam pabrik di Kawasan Industri Jababeka, Cikarang, Bekasi, dan dua pabrik di Kawasan Industri Rungkut, Surabaya, Jawa Timur, dengan kantor pusat di Jakarta. Produk-produk Perseroan berjumlah sekitar 32.Di dalam menghadapi persaingan antar perusahaan PT Unilever tbk memiliki strategi-strategi dalam menghadapi persaingan antar perusahaan yaitu:

1)    Konsisten

PT Unilever menyampaikan konsistensi dalam pertumbuhan penjualan yang menjadi dasarnya, margin operasi inti dan arus kas bebas dengan secara terus-menerus berinvestasi dalam rantai pasokan, merek dan pemasaran, karyawan dan ITPT Unilever.

2)    Kompetitif

Dengan berinvestasi dalam inovasi, PT Unileverdapat mengembangkan pangsa pasar PT Unileverseraya berusaha memasuki pasar baru dan pangsa pasar baru.

3)    Profitable

PT Unilever mengusahakan peningkatan yang terus-menerus dalam produksi PT Unilever yang berkelas dunia untuk meningkatkan penghematan biaya dan imbal hasil yang lebih tinggi, memberikan bahan bakar ekstra bagi pengembangan karena uang tunai dialihkan ke dalam peluang strategis baru.

4)    Tanggung jawab

Pertumbuhan yang bertanggung jawab adalah yang melibatkan adanya dampak sosial yang positif dan dampak lingkungan yang berkurang, yang merupakan esensi USLP dan penting dalam melindungi dan meningkatkan reputasi PT Unilever.

Model bisnis yang di ambil oleh unilever adalah

Unilever percaya bahwa pertumbuhan menguntungkan juga harus berupa pertumbuhan yang bertanggung jawab. Pendekatan itu ada di dalam model bisnis kami, didorong oleh kehidupan berkelanjutan dan USLP. Ini memandu pendekatan kami terhadap cara melakukan bisnis dan cara memenuhi permintaan konsumen yang semakin meningkat untuk merek yang bertindak secara bertanggung jawab dalam dunia sumber daya yang terbatas. Model bisnis kami diawli dengan wawasan konsumen yang menginformasikan inovasi merek, sering dengan mitra pada rantai pasokan kami, untuk menciptakan produk yang kami bawa ke pasar yang didukung oleh pemasaran dan pengiklanan di seluruh saluran distribusi.

C.   GAMBAR FLOWCHART PROSES BISNIS YANG SAAT INI BERLANGSUNG

 

a.    Gambar flowchart proses bisnis perusahaan manufaktur secara umum

b.    Gambar flowchart proses bisnis Perusahaan Unilever



 

D.   KEWAJIBAN PERPAJAKAN YANG TIMBUL AKIBAT PROSES BISNIS

Semua perusahaan baik itu berbentuk perusahaan perorangan, badan usaha, ataupun badan hukum, apabila telah memiliki NPWP maka sudah melekat kewajiban perpajakan pada perusahaan tersebut. Hal ini tercantum dalam Pasal 3 ayat 1 Undang-undang Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan Sebagaimana Telah Beberapa Kali Diubah Terakhir dengan Undang-undang Nomor 16 Tahun 2009 (“UU No.6/1983”), Dalam pelaksanaan kewajiban perpajakan, pemerintah telah memberikan kepercayaan kepada wajib pajak baik perusahaan maupun perorangan untuk menghitung, menyetor dan melaporkan pajak secara mandiri atau yang biasa dikenal dengan istilah “Self-Assesment System”. Walaupun wajib pajak perusahaan diberikan kepercayaan oleh Kantor Pajak untuk melaksanakan kewajiban perpajakannya secara mandiri, namun jangan disalahgunakan, karena sanksinya berat.

Kewajiban perpajakan yang timbul akibat proses bisnis perusahaan unilever yang akan di bahas lebih detail di pembahasan kali ini adalah dalam hal aspek pajak pertambahan nilai (PPN). Setiap perusahaan yang telah dikukuhkan sebagai Pengusaha Kena Pajak (PKP), wajib melakukan pemungutan Pajak Pertambahan Nilai (PPN). PPN merupakan suatu pajak yang dikenakan atas konsumsi dalam negeri oleh pribadi, badan atau pemerintah. Setiap penyerahan barang atau jasa kena pajak yang dilakukan di dalam wilayah negara Republik Indonesia seperti transaksi jual beli, impor dan ekspor, wajib dipungut PPN. Tarif PPN untuk penyerahan barang atau jasa kena pajak di dalam negeri seperti transaksi jual-beli dan impor adalah sebesar 10%, sedangkan untuk ekspor adalah sebesar 0%.Pengenaan PPN adalah dengan cara mengalikan tarif dengan harga jual untuk barang atau penggantian untuk jasa. Setiap perusahaan yang melakukan penyerahan barang atau jasa kena pajak wajib menerbitkan faktur pajak yang merupakan bukti pungutan PPN dengan menggunakan aplikasi E-Faktur.

Faktur pajak perusahaan yang diterbitkan oleh Penjual barang atau jasa kena pajak disebut dengan Faktur Pajak Keluaran. Sedangkan faktur pajak yang diterbitkan pada saat membeli barang atau jasa kena pajak disebut dengan Faktur Pajak Masukan. Faktur Pajak Masukan dapat dikreditkan oleh Pengusaha Kena Pajak asalkan tidak bertentangan dengan ketentuan Pasal 9 UU PPN (UU Nomor 42 Tahun 2009). Mekanisme pembayaran PPN dalam suatu masa pajak adalah dengan cara menjumlahkan seluruh Faktur Pajak Keluaran yang dimiliki dalam suatu masa pajak dan dikurangi dengan Faktur Pajak Masukan yang dimilikinya.

batas waktu pembayaran pajak perusahaan bulanan, Untuk PPN paling lambat akhir bulan berikutnya Jika wajib pajak mengalami keterlambatan, maka perusahaan akan didenda. Adapun nilai dendanya adalah sebesar Rp500.000 untuk SPT Masa PPN untuk setiap Masa Pajak

 

 

 

 

 

 

 

E.    SOLUSI OPTIMALISASI PERPAJAKAN YANG DAPAT DI TERAPKAN

 

Withholding tax adalah salah satu sistem pemotongan atau pemungutan pajak, di mana pemerintah memberikan kepercayaan kepada wajib pajak untuk melaksanakan kewajiban memotong atau memungut pajak atas penghasilan yang dibayarkan kepada penerima penghasilan sekaligus menyetorkannya ke kas negara. Bisa diartikan pula bahwa sistem withholding tax merupakan pembayaran pajak yang dilakukan oleh pihak ketiga.

Secara empiris, mekanisme Withholding tax efektif dalammeningkatkan kepatuhan wajib pajak dan penerimaanpajak. Keunggulan lainnya adalah dapat mengurangibiaya pemungutan pajak bagi pemerintah danmembantu dalam pengelolaan anggaran karena aruskas masuk lebih cepat diterima. Di sisi lain, mekanismeini menimbulkan biaya kepatuhan bagi wajib pajaksehingga membebani arus kas wajib pajak. Pajak yangsudah dipotong atau dipungut melalui mekanismeWithholding taxdapat dijadikan kredit pajak yang mengurangipajak terutang akhir tahun, kecuali untuk pemotonganPPh final. Mekanisme Withholding tax juga diaturdalam UU Pajak Pertambahan Nilai (PPN) besertaaturan terkaitnya.Saran pertama yang penulis ajukan untukmeningkatkan penerimaan pajak adalahmengoptimalkan mekanisme Withholding tax.

Walaupunmekanisme Withholding tax sudah diperkenalkan sejak lama,namun pelaksanaannya di lapangan masih belumoptimal. Padahal kontribusi Withholding tax terhadap penerimaanpajak sangat besar yaitu sekitar 80%. Kurangnyasosialisasi merupakan salah satu penyebab kurangoptimalnya pelaksanaan Withholding tax, sehingga banyakpemungut atau pemotong pajak yang belummemahami kewajibannya Beberapa tahun terakhir, contohnya, banyakkoreksi dilakukan terhadap biaya pengiriman barangseperti ongkos angkut dan sejenisnya.

Kondisi ini tidak bisa dianggap kesalahan wajibpajak semata, namun juga menjadi tanggung jawabfiskus, khususnya AR. AR sebagai konsultan pajak wajibpajak seharusnya menyampaikan informasi ini, namunkadang AR pun tidak memahami aturan perpajakanyang terkait dengan proses bisnis wajib pajakbinaannya. Peran AR juga dirasa kurang maksimaldalam memberikan edukasi kepada wajib pajak. Pengetahuan pajak/akuntansi dan kemampuankomunikasi AR masih perlu ditingkatkan. Subroto (2020, 265) mengatakan bahwa praktikadministrasi perpajakan Indonesia didominasi olehrezim target yang sangat kuat. Rezim target ini telahmenjadi budaya organisasi DJP, tepatnya menjadishared values.

Pencapaian target penerimaan telahdijadikan sasaran dan perhatian utama bagi Sebagian besar anggota organisasi yang membentuk perilakukelompok dan bertahan dalam jangka waktu yanglama, bahkan ketika anggota organisasi berubah(Kotler, 1996 dalam Subroto, 2020: 265). Rezim targetmembentuk administrasi pajak yang jauh daripelayanan dan kewajaran, cenderung mengabaikanpendekatan manusiawi karena wajib pajak dianggapobjek untuk mencapai target, bukan mitra, apalagicustomer (Subroto, 2020: 269-270). Seyogyanya AR perlu memahami bahwa setiapwajib pajak memiliki beragam karakter yangdipengaruhi oleh banyak faktor, antara lain tingkatpendidikan, budaya, dan bahasa. Jika AR mampuberkomunikasi dengan baik ditambah denganpengetahuan pajak dan akuntansi yang mumpuni,maka AR dapat menjalankan perannya secara maksimal. Kedepan, AR perlu sangat intens dalammengedukasi wajib pajak tentang mekanisme Withholding taxini.Untuk itu, AR perlu memahami proses bisnis wajibpajak agar bisa menjelaskan transaksi apa saja yangperlu dipungut atau dipotong pajaknya. Optimalisasi mekanisme Withholding taxini juga dapatdilakukan dengan menambah objek pajaknya. Namunyang jauh lebih penting adalah edukasi kepada wajibpajak baik pihak yang memotong maupun pihak yangdipotong. Sehingga penyetoran pajak pertambahan nilai di perusahaan unilever lebih terstruktur dan transparan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar